Saturday, July 02, 2005

Here We Come ! Hari Pertama: 30 Juni 2005

Tanggal 29 Juni, pesawat kita seharusnya berangkat dari Chicago jam 9 malam. Tapi apa daya, kita ngga bisa melawan kuasa Tuhan alias cuaca yang kurang OK, akhirnya jam 11.15 malam pesawat kita baru berangkat. Jadi hari resmi kita sampai di New Orleans itu hari ini. Jam 2.45 pagi kita baru sampai di St. Christopher Hotel. Hotelnya ini cukup menarik, karena direstore dari bangunan tua. Hotel ini juga menang penghargaan sebagai one of the best hotel architectures in 2004 loh... Kamarnya memang kecil, cuma ditatanya memang cantik sih, apalagi banyak exposed brick. Lokasinya juga oke banget, tinggal nyebrang kalau mau ke French Quarter. Kita baru bobo jam 3.30 pagi. Jam 10 pagi, kita sudah boarding untuk Battlefield Cruise. Nama kapalnya Creole Queen. Asik loh naik paddlewheelers, menikmati Mississippi River yang lebar. Kita turun di area battlefieldnya, tempat pertempuran antara tentara Amerika dan Inggris 200 tahun yang lalu. Panasnya minta ampun, sampe kita kebasahan oleh keringet. Pas naik lagi ke kapal, kita lunch sampler makanan khas New Orleans: Jambalaya, Gumbo, Rice and Bean, BBQ Beef, dan Whiskey Bread Pudding. Dikit2 lama lama jadi bukit deh. Habis cruise kita cuci mata dikit di Riverwalk shopping mall, lalu kembali ke hotel untuk istirahat sebentar karena kurang bobo.

Sekitar jam 4:30 sore, kita start lagi deh tuh ke French Quarter. Kita menyusuri Decatur St, mampir di Jackson Square (dari nama Andrew Jackson presiden US ke 7), lalu mampir sebentar ke King of French Cathedral untuk berdoa. Lalu perjalanan dilanjutkan ke French Market. Believe it or not, di French Market yang dagang kebanyakan orang Cina. Suasananya udah kayak Glodok. Ada yang jualan buah2an, tapi yang paling banyak sih cinderamata Made in China heheheh.... Habis gitu kita menyusuri jalan jalan kecil di French Market, lalu muter2 di Bourbon St. Nggak tahan kepanasan, kita mampir di Big Easy untuk minum Mango Daquiri, yummy banget, terus mampir ke Cafe untuk makan Beignette, roti khas Orleans sambil dengerin music. Kemudian kita muter2 Bourbon St untuk nemuin resto yang pas buat dinner. Akhirnya, ketemu juga deh resto yang nampaknya menarik banget. Dickey Brennan Bourbon House. Reviewnya di bawah ini yah...

Pas sampai di dalem, kita disambut oleh 3 orang waiters sekaligus. Yang satu khusus menangani pesanan minuman, yang satu lagi melayani bagian makanan, dan yang terakhir menangani bagian utensils dan water. Alamak, rasanya udah kayak jadi raja sehari... Specialty restaurant ini adalah Creole French cuisine. Appetizer yang kita pilih adalah half dozen of raw oyster dan seafood gumbo. Seafood Gumbonya itu uenak banget deh. Ada shredded fish, shrimp, oyster with some rice. Main entrée yang kita pilih adalah Gulf of Mexico Seafood Au Gratin (Fish, Jumbo Shrimp, lump of Crab Meat, aged cheddar cheese, au gratin potato put in casserole and baked into perfection), Gulf of Iberville Fish (baked crusted fish on the top of baked shrimp, mushroom, oyster and arthicoke with lemony sauce). Wuah… bener bener seafood day deh. Untuk dessertnya, kita enjoy Blueberry Cobler with vanilla ice cream on top. Itu blueberry bulet2 dibakes sampai empuk. Yang lucu sih, air kita itu diganti terus berkali kali. Jadi bukan cuma ditambahin, tapi juga diganti gelasnya setiap ganti sesi (appetizer, main entrée, and dessert). Makanan enak, service sangat memuaskan.

Perjalanan dilanjutkan menyusuri Bourbon St lalu belok ke St. Peters St untuk mendengarkan music jazz tradisional di Preservation Hall. Tadinya kita pikir Preservation Hall itu tempatnya bagus, eh ternyata tempatnya kecil banget, cuma ada 3 deret kursi kayu dan tempatnya kelihatannya sudah mau roboh. Jangan salah, di sini justru kita harus bayar cover charge (tempat lain banyakan gratis), dan kita tidak boleh bawa makanan/ minuman. Tempatnya begitu gelap, sempit, kecil, dan tanpa A/C, namun kualitas musik yang dimainkan bener2 luar biasa. Preservation Hall Jazz Band sendiri sudah terdiri dari beberapa generasi dan mereka tetap menjaga tradisi musik asli New Orleans yang mulai dilupakan dengan hadirnya club2 masa kini. Walaupun begitu pengapnya suasana karena terlalu banyak orang, musik yang mereka mainkan mampu membawa kita menggoyang2kan badan dan bertepuk tangan, bahkan ikut menyanyi. Banyak turis dari Jepang yang datang ke situ, bahkan Raja Thailand mengundang Band ini untuk datang ke Thailand dalam rangka hari ulang tahunnya. Memang musik bisa menyatukan dunia.

Setelah puas mendengarkan music jazz, kita jalan beberapa meter, dan sampailah kita di Pat O Brien Pub, the home of the Hurricane. Hurricane adalah minuman paling terkenal di New Orleans. Begitu banyak penjual Hurricane sepanjang jalan, tapi yang asli hanya ada di Pat O Brien. Kita coba 1 gelas besar dan bawa pulang gelasnya sebagai souvenir. Nggak puas dengan 1 minuman, kita ke jalan lagi ke Tropical Isle, home of the Hand Grenade. Waiter di sini claim kalau minuman ini lebih enak daripada Hurricane, tapi kesimpulan yang kita ambil, minuman ini lebih banyak alcoholnya daripada Hurricane. Gelasnya yang berbentuk granat juga kita bawa untuk souvenir. Wah, hari sudah larut, dan kita mulai capek. Kitapun kembali ke hotel menyusuri Bourbon dan Canal St dimana orang orang masih tetap saja bergembira menikmati cuaca yang makin hangat, gentlemen’s club girls berjuang untuk mendapatkan customer, dan minuman beralkohol semakin banyak dituang. Selamat malam New Orleans !

No comments:

Post a Comment