Wednesday, July 27, 2005

Dasar Leher Merah !

Minggu ini, saya kembali lagi ke daerah bagian utara yang permai alias Green Bay. Saya banyak sekali denger dari orang kalau di kota ini penduduknya agak agak gimana gitu sama orang Asia. Kalau versi bule bilang, mereka sebel dengan orang Asia, soalnya orang2 Hmong di utara sini sering cari gara2. Setiap Hmong festival, end upnya terjadi tawuran antar gank yang menyebabkan korban jiwa. Begitu tau bakalan ditugaskan kemari sebulan lalu, saya agak berjaga2 dan berharap gue nggak dapet perlakuan yang nggak enak. Maklum deh, di daerah sini kan dikit pisan orang Asianya. Seyemmm...

Namun semuanya itu berubah saat pertama kali saya menginjakkan kaki di client di sini. Mulai dari resepsionisnya super ramah dan nyengir melulu, lalu orang2 di departemennya sendiri juga pada ngasal dan seru, dan resepsionis di hotel begitu bersahabat. Jadilah saya mulai agak jatuh cinta dengan Green Bay. 3 hari di bulan Juni lalu cukup menyenangkan. Dan begitu saya ditugaskan di sini lagi, gue excited meskipun jauh.

Hari ini sepulang kerja senior saya ajak makan malem bareng. Kelar makan, saya keluarin mobil dengan santai dari tempat parkir, ada mobil Ford warna ijo melaju kenceng banget. Gue lantas kaget dan ngerem, dia juga ngerem mendadak. Ternyata ada seorang tante2 dengan model gaya leher merah yang luar biasa, rambut keriting mekar, mukanya mandang ke saya dengan sangar, terus ngacung2in tangannya ke saya. Mulutnya monyong dan keluar ngomongan: "HMONG !!" Lalu saya say sorry dan kasih dia lewat. Dengan kurang ajarnya dia masih bergumam terus dan memandang saya dengan sepanya. Terus dia keluarin rokok dan ngebuang kotaknya lewat jendela, padahal mobil saya terang2 ada di belakang dia. Saya sampai menyabar2kan diri untuk tetep smile and positive thinking.

Rusaklah lagi semua pandangan indah yang saya bangun waktu itu soal kota ini. Ternyata orang leher merah masih aja banyak berkeliaran di sini, yang membenci orang cuman karena perbedaan warna kulit. Dan saya yakin, bukan cuma di sini aja orang2 berpikiran sempit berkeliaran. Saat kita jadi curiga karena perbedaan bangsa dan bahasa, saat kita memandang orang sebelah mata karena perbedaan agama, kita nggak ada bedanya dengan leher merah yang super chauvinis. Saya hampir saja menjadi seperti si leher merah juga kalau tadi gue kembali bersungut2 dan membalas perlakuannya dia.

Tapi kenapa pandangan saya harus berubah soal kota ini ya ? Client saya masih baik2 aja, orang orang yang lain juga masih ramah sama saya. Green Bay masih tetep hijau dan permai. Tinggal gimana cara saya mengambil banyak yang positive untuk menutupi yang negative.

PS: Ngomong2 soal diskriminasi, contoh nyata adalah restoran Fortune di HW 100 dengan menunya yang berbeda buat Chinese and American. Duh, ternyata nggak dimana dimana, orang cina kek, bule kek, apa kek sama aja. Damai dong damai... no more discrimination pleaseee....Bule bule itu kan juga pengen makan jellyfish... hmmm yummy...

No comments:

Post a Comment