Wednesday, April 22, 2015

Just The Two Of Us (Saya dan Mami Mertua)

Buat perempuan yang menikah, tantangan terbesar selain penyesuaian dengan suami adalah penyesuaian dengan ibu mertua. Makanya, kisah menantu perempuan dan ibu mertua, paling seru buat dijadiin bahan sinetron. Mau kisah Tersanjung yang sampai Season 7, maupun kisah Cinta Fitri yang sampai (surprisingly) season 7 juga, kisahnya berputar-putar di sekitar hubungan menantu dan mertua. Jadi, sama juga dengan hubungan istri ke suami, hubungan menantu perempuan ke mertua itu, kalau baik = berkah, kalau jelek = musibah. Sampai temen saya yang laki-laki yatim piatu pernah ngeguyon begini, "Le, kenapa ya belum ada cewek yang nyantol sama gue. Gue kan udah yatim piatu, mestinya cewek tuh seneng artinya nggak usah urusan sama mertua." Parah emang tu orang walaupun ada benarnya. Biar bagaimana seorang ibu sama anak laki-lakinya itu pasti punya hubungan yang istimewa, dan ketika seorang wanita lain masuk ke kehidupan sang anak, pasti ada perasaan yang bahagia, bercampur dengan perasaan kehilangan, dan kadang kalau parah, bercampur dengan rasa persaingan (silakan nonton sinetron tersebut di atas). Ya intinya sih, kalau bisa dibilang, it's complicated!

Wednesday, April 08, 2015

Preman Berbalut Ormas

Sudah dari sejak sebulan lalu kira-kira saya mau nulis soal ini. Tapi jadi maju mundur (gak pake cantik) lantaran isinya agak sensitif buat ditulis. Kalau saja mereka tidak bersentuhan dengan kehidupan saya sebagai masyarakat, mungkin saya bisa lebih diam-diam saja walau hati bergejolak pingin protes. Tetapi karena sudah sampai di tahap ngeselin, jadi saya share-share sedikit deh. Walaupun saya sendiri tidak pernah meghadapi secara langsung pihak ormas tersebut, tetapi orang-orang yang dekat dalam kehidupan saya pernah mengalaminya, dan saya yakin juga banyak dari anda atau kerabat anda yang dibikin pusing dengan kehadiran mereka.

Wednesday, April 01, 2015

5th Anniversary (Of Living With One Lung)

Saya ngerti ini tanggal 1 April, dan judulnya hampir kedengeran kayak April Mop, tapi itu beneran kok. Sejak 19 Maret 2010, saya resmi hidup ditemani oleh hanya paru-paru kiri saya. Kondisi saya saat ini? As healthy as it can be.

Kisah perjuangan saya melawan penyakit ini, bisa dibaca di post yang ini, satu post sederhana yang tidak disangka dan tidak diduga, membawa saya berkenalan dengan begitu banyak orang. Banyak yang merasakan kebesaran Tuhan lewat post tersebut, dan banyak juga yang bertanya tentang dokter saya baik yang di Indonesia maupun yang di Singapura, dan berharap ada kesembuhan bagi dirinya ataupun keluarganya yang ditimpa penyakit paru-paru.

Share It