Thursday, July 24, 2014

Abby Tamasya Ke Bogor

Ayo, ada yang kangen nggak sama Abby? Udah lama ya saya nggak jembrengin foto-foto dia sejak kita jalan-jalan terakhir ke Cirebon. Nah, kali ini kunjungan selanjutnya adalah ke Bogor. Walaupun cuma ke Bogor doang dan cuma nginap satu malam (bukan cinta satu malam), tapi ini perjalanan yang lumayan dinanti soalnya nggak jadi-jadi melulu berangkatnya lantaran Bapaknya Abby sibuk berat sama urusan pekerjaan. Jadi boleh lah ya trip singkat ini kita abadikan di blog hwahahahaha (kesian banget ketauan jarang keluar kota).

Sabtu lalu, tanggal 19 Juli 2014, kita berangkat berlima. Saya, Abby, Bapaknya Abby, Mami Mertua, dan ngga ketinggalan si Sus. Tujuan pertama kita adalah ke Kuntum Nurseries yang sudah kesohor itu. Kami kepingin sekali Abby mulai terekspose dengan alam dan binatang. Maklum selama ini ketemunya cuma burung di sangkar, kelinci punya tetangga, kadang anjing tetangga. So far, Abby nggak pernah takut liat binatang-binatang ini, makanya mau kita test kalau ketemu binatang ini secara berombongan (alias Abbynya sendiri, binatangnya rombongan hihihi).

Kita berangkat kira-kira pukul 9.00 pagi dan sampai di Kuntum pukul 10.00 pagi. Kesan pertama adalah, ya ampun, rapi amat ini tempat! Cakep! Saya tadinya ngebayangin kayak pertanian kotor-kotor atau gimana, ternyata bersihnya minta ampun. Masuknya per orang dewasa dikenakan biaya IDR 25,000, sementara Abby masih gratis. Pas masuk, kita boleh ngambil caping, biar brasa jadi petani gitu loh! Lagian ngebantu banget di cuaca yang super panas. Biar lebih afdol, kita simak aja yuk foto-foto perjalanan di bawah ini.

Lobbynya cantik, rapi, banyak barang kerajinan yang dijual dengan harga yang sangat-sangat reasonable

Bibit-bibit tanaman yang masih imut-imut (seimut anak yang di blakangnya)

Perkebunan organik nan cantik dan tertata rapi

Kumpulan mbek di kandang yang siap untuk dikasih makan dan disusui

Di counter ini kita bisa membeli pangan untuk ternak. Mulai dari susu, biji-bijian, rumput, dan juga sayuran. Saya beli sebakul sayuran untuk kelinci @ IDR 5,000, dan dua botol susu untuk kambing @ IDR 5,000. Murah kan?

Ini di area kandang marmut. Lucu2 ya?

Abby ketemu rombongan kelinci malah bengong dan nggak mau main sama kelincinya. Padahal sama kelinci tetangga lebih berani loh! Mungkin karena ini kelincinya banyak dan makannya gragas hihihi.

Mamanya nggak mau kalah kasih makan kelinci juga. 

Sapinya memandang manja (ini caption kok mirip caption Syahrini)

Kasih susu ke kambing, kambingnya napsu bener!

Papa juga ngasih susu ke kambing. Abby tampangnya super serius.

Papa Abby mau buka lahan sayuran, biar kalo lapar nggak usah repot, tinggal bawa sambel sama nasi putih, dan metik lalap di kebon.
Rapi banget, semua sudah dibeton, dan stroller friendly! Liat kan jalurnya semua rata-rata pakai ramp, bukan tangga. 
Nah, di Kuntum Nurseries ini, kandang ayam juga dibuka untuk umum, alias kurungannya gede banget, sama seperti kandang kelinci tadi. Kita bisa masuk dan bercengkrama dengan ayam (kalau mau, iseng amat sih). Tapi ya bedanya, kalo ayam kan bisa matok, kalo kelinci kan ngga. Saya sendiri lebih demen ke kandang kelinci, soalnya ayam lebih serem!

Ayam hitam! Bener-bener item sebadan, serem banget euy!
Ini ayam apaan sih? Dibilang turkey alias kalkun, tapi kayaknya bukan juga. Serem juga nih mukanya.
Saking panasnya cuaca, para ayam pada berteduh di bawah pohon palem.
Ada bebek dan kura-kura juga loh! 
Di tengah-tengah ada kolam pemancingan. Kita  bisa sewa alat mancing, dan ikut mancing ikan. Salut buat pengelolanya, karena mereka juga sangat memikirkan kebersihan. Airnya rotasi terus, jadi tidak ada genangan.
Nah kalau ini area kolam bebek. Bebeknya banyak, gemuk dan bersih semua. Suka deh!

Rombongan melewati sungai bebek. Nah kalau diperhatikan, di sana juga banyak karung/ tong yang isinya dedaunan. Itu bukan tempat sampah, melainkan kumpulan daun-daun yang nantinya akan dipakai untuk pupuk kompos! Keren!

Induk bebek, dan anak-anaknya yang belum lama menetas. Masih dikit bulu-bulunya

Nah, kalau ini bukan bebek, tapi soang atau angsa. Tau bedanya kan? 

Bonus foto anak kecil yang maunya jalan sendiri nggak dipegangin, padahal emaknya ngeri die nyemplung
Pipi tomat karena kepanasan
Eh iya, di sana kita sempet beli minum dulu, plus naksir liat jajanan bakwan malang. Jadilah kita melipir makan dua mangkok buat berempat sekedar ganjal perut. Pas bayar, kita kaget, seporsinya cuma IDR 12,000! Di tempat bagus dan edukatif seperti ini, masih bisa jual makanan dengan harga segitu, menurut saya sih super! 

Ada juga bagian kandang burung. Ada perkutut, merpati, nah kalau yang ini merpati ekor kipas.
Selesai muter-muter, sekembalinya ke area depan, kita bisa membeli berbagai sayuran organik dengan harga yang menurut saya murah loh! Selada sekitar IDR 7,000 sekantong, Kailan sekitar IDR 12,000 sekantong. Susu sapi segar sekitar IDR 5,000 sekantong. Karena kita mau menginap di Bogor, jadi nggak beli sayurannya deh, cuma beli cabe rawit sekantong IDR 5,000 dan pisang tanduk 3 biji IDR 9,000. Tetep dijaga non-komersialisme tempatnya ya Pak, Bu pemilik. Salut!


Nunggu oma beli cabe dan pisang, Abby pose cantik dulu

Kalo ini pose mau ngupil ya?

Tumpukan caping-caping yang bisa dipinjam saat kita berkeliling di Kuntum Nurseries

Papa, mau dong Abby beli alat pijit ini, cuma IDR 12,000 loh!

Foto dulu bertiga buat kenang-kenangan

Dan yang satu ini maunya jalan, gak dipegangin. Tapi kita ngeri karena sekitarnya isinya kolam ikan.

Tuh kan! Nekad bener ini anak! Kalo ngga dipegangin pasti udah nyebur! Dikira kolam renang kali!

Si Abby seneng banget dibeliin mainan kayu yang bunyi klotak-klotak. Harga? IDR 12,000!
Sebelum kita check-in hotel, kita mampir dulu ke daerah Surya Kencana untuk makan siang. Seperti biasa, mampir di Soto Mie Agih untuk lunch-nya, lalu jalan kaki beli Asinan Gang Aut, dan beli lumpia basah. Karena kita nginap, jadi gak beli jajanan kebanyakan.

Nasi Campur Babi di Agih

Soto Mie legendaris, lengkap dengan paikut (alias iga babi) seabrek.
Kita pilih menginap di Aston, karena sepertinya hotelnya sangat family friendly. Dan pilihan kita nggak salah kali ini. Setelah agak kecewa dua tahun lalu menginap di Novotel, kali ini boleh dibilang, cukup puas. Yah masih ada kekurangan kecil sana sini, tapi bisa dimaklumi.

Lobby hotel yang lapang, sampingnya ada kolam ikan yang bikin hati adem.

Otw ke kamar, kita melewati jembatan dari kaca. Di bawahnya ada sungai dan kelihatan kolam renangnya ya. Nah, kamar kita itu pas di bawah tulisan Aston Bogor (alias tower 2)
Kali ini kita mengambil tipe kamar 2 bedroom Condotel yang bisa dimasuki oleh 4 orang dewasa. Rate kamarnya memang dua kali kamar biasa, tetapi condotel ini punya kulkas satu pintu (yang tinggi ya, bukan yang imut), microwave, dan sink. Kalau bawa anak, ini merupakan nilai plus banget! Kekurangannya, kamar-kamarnya termasuk ukuran kecil, dan kamar mandinya cuma satu, jadi kudu giliran kalau mau do the business hihihi. Eh iya satu lagi, sama sekali tidak ada peralatan makan. Padahal standard condotel kalau di LN itu lengkap sekali peralatan makannya. Saya sih agak ngerti kenapa, tau sendiri lah orang Indonesia, gak boleh lihat silverware, yang ada bisa langsung gone hahaha.

Eh iya, plus point buat Aston Bogor, saat saya tiba di kamar, baby cot sudah siap di ruang tamu, dan tinggal digeser saja ke salah satu kamar. Baby cot-nya bagus, disediakan bantal kecil dan selimut juga untuk si Abby. Sip lah!

Ruang tamu merangkap ruang makannya lumayan besar

Pemandangan dari balkon kamar

Balkonnya cukup luas. Kalau sore bisa untuk duduk-duduk cantik sambil ngopi.
Kamar utamanya, ranjang ukuran King Size plus ada TV 32 inch di kamar

Kamar keduanya, dua ranjang single. Walaupun kecil, tapi cukup nyaman untuk dua orang dewasa.

Si anak gak bisa diem ini, langsung ambil pensil 2 biji, kertas, dan bikin gambar abstrak.

Sore-sore, si unyil sangat-sangat tidak sabar untuk terjun ke kolam
Dititah dulu biar gak kaget sama dinginnya air. Tapi dia gak kaget sama sekali tuh, nyante bener!
Yuhuuu... aku berenang sendirian loh!

Ini bukan lagi nangis ye, tapi lagi super girang cipak-cipak air

Papanya iseng kasih kacamata renang

Liat kan itu muka senang, ampun-ampunan senangnya! Priceless!

Pemandangan dari balkon menjelang senja. Jadi lebih romantis yak hihihi...
Malamnya, karena lokasi Aston ini agak jauh ke dalam, kita cari resto/ cafe yang ada di perumahan Bogor Nirwana (alias sekompleks dengan Aston). Pilihan lainnya kalau mau dekat banget sih ada Rumah Air. Tapi malem-malem ke rumah air, ogah ah! Mana ujan terus malam itu. Akhirnya kita ketemu restaurant bernama Cabana. Pas sampai di sana, ternyata banyak rombongan baru selesai buka puasa, jadi meja-mejanya masih panjang-panjang gitu.
Suasana habis bukber, kursi-kursi seliweran. Kayaknya kalau nggak habis bukber sih lebih cantik lagi nih restonya.

Banyak frame-frame isi quote dan foto-foto.
Karena laper (mata), kita pesen makanan banyak banget, tapi yang kefoto cuma sebagian. Calamari Rings, Potato Bolognaise, Zuppa Soup, Chicken Steak, Nasi Goreng Special, Nasi Bakar Komplit, Baked Salmon Fetuccini, Oreo Cheesecake, minumannya juga campur mulai dari mineral water sampai jus sirsak. Dan kita nggak nyesel kemari, karena ternyata makanannya enak, dan harganya affordable! Makan berempat kekenyangan, gak sampai IDR 400,000.

Chicken Steak

Nasi Bakar Komplit

Potato Bolognaise

Zuppa Soup

Calamari Rings

Oreo Cheesecake
Besok paginya, kita sarapan di Gading Cafe, karena Cafe utama yang buat breakfast (Batu Tulis namanya), lagi renovasi. Tempat breakfastnya ini lumayan padat, karena sizenya memang tidak terlalu besar. Plus, menurut saya, pihak Aston harus lebih tertib lagi dalam memastikan jumlah orang yang masuk. Saya melihat contoh nih ya, ada sekeluarga cuma nginap di kamar standard, tapi isinya 3 dewasa (ayah, ibu, nanny), plus 2 anak.  Kemudian si petugas bilang, cuma bisa 2 dewasa. Terus si ayah bilang, nanti nannynya gak makan. Terus dikasih masuk deh sama si petugas. Padahal di dalam saya lihat nanny-nya ikutan makan. Belum lagi saya lihat beberapa orang yang selonongan nyolong masuk dikala petugasnya lagi count tamu lain. Nggak ngantri gitu loh. Dan di dalam sendiri, saya melihat ada ibu-ibu bolak balik bawa roti berpiring-piring. Tebak larinya kemana? Ke TAS-nya sodara-sodara! Aduh, jadi malu deh liat tingkah lakunya. Kapan ya hal seperti ini akan berakhir. Makanya gak salah deh kalau di condotel amenitiesnya dibikin secukupnya aja.

Walaupun kesannya pihak hotel jadi gahar, saya lebih setuju kalau soal sarapan ini peraturannya lebih strict. Di beberapa hotel bintang 5, biasanya mereka kasih masuk langsung tanpa penolakan, tapi tau-tau nanti di meja langsung dikasih bill. Kalau nggak bayar ya langsung di charge ke kamar. Kalau semua kayak begitu, saya kira kapasitas akan sesuai dan tidak akan chaotic.

Sambil mamam roti, sambil main kayu yang kemarin beli di Kuntum.
Tetep dong, abis maem pose cantik :)

Suasana di tempat breakfast yang tidak terlalu besar, jadinya padat berisi gitu deh hehehe.
Overall, makanannya cukup beragam, walaupun tidak bisa dibilang istimewa, tetapi cukup. Rasanya juga memenuhi standard. Ada station kesukaan orang Indonesia seperti Bubur Ayam, Lontong Sayur, Roti Bakar. Lagi-lagi saya merasa kekurangannya itu di bagian salad dan cold cuts. Tapi saya maklum aja deh, kayaknya di Indonesia memang tidak terlalu populer pagi-pagi makan salad.

Abis sarapan mau balik ke kamar, tetep pose cantik
Gak lama setelah sarapan, kita check out deh. Overall, it was a good experience staying at Aston Bogor. We will be back :). Perjalanan kita lanjutkan untuk beli oleh-oleh, tapi kita nggak mau masuk kota lagi, jadi kita mampir di Lapis Bogor Sangkuriang. Ini lapis talas terkenalnya ampun-ampunan, belinya aja pake antri segala. Liat deh itu antrian udah sampe luar. Biasanya per orang suka dibatasin cuma boleh beli 2 loyang, tapi kali ini boleh beli banyak. Abby nunggu di mobil karena dia bobok, sementara saya dan mertua ngantri. Setelah 30 menitan, keluarlah kita dengan 6 loyang Lapis Bogor original, arum manis, dan sale pisang. Nyam!

Antrian Lapis Bogor, kayak gratis aje! (saya yang pake baju ijo)

Saking teriknya, sunshade di kaca udah ngga ngefek, tambahin lagi pake payung.
Sebelum balik ke Jakarta, kita mampir buat makan di Gili-Gili. Lagi-lagi makanannya gak kefoto semua. Selain yang di gambar, masih ada pepes oncom, pepes jamur, dan tumis genjer. Tapi kok brasanya ini restoran tambah mahal aja ya, makan di sini habisnya jauh lebih mahal daripada di Cabana kemarin, padahal pesenannya gak banyak-banyak amat hihihi. Untung rasanya lumayan, cuma kayaknya jadi lebih "tawar". Apa ngaruh karena bulan puasa? Atau karena makin banyak turis bule-nya? Hihihi...

Ayam goreng

Cumi bakar. Dua ekor gini IDR 70,000+. Buat resto Sunda di Bogor, mayan mahal yak.

Gurame goreng bumbu acar kuning. Kenapa rasanya agak plain. Kurang sedep gituh.
Demikianlah perjalanan kami ke Bogor, walaupun cuma sebentar, tetapi lumayan untuk melepaskan diri sejenak dari keriuhan Jakarta (dan Pilpres hahaha). Buat pembaca, semoga bisa mengobati rindu sama Abby (sok dikangenin banget ya hahahah). Nantikan serial Abby Tamasya berikutnya! (kapan ye?)

BONUS:

Mau check out, TETEP POSE CANTIK!! Ya ampun...nurunin siapa kau nak?

Share It