Monday, November 17, 2014

Bulan Madu Yang Sudah (3 Tahun) Berlalu

Beberapa hari lagi, saya dan suami sudah resmi menikah selama tiga tahun. Buat beberapa orang, itu singkat banget, apalagi melihat pasangan yang sudah menikah di atas 30 tahun. Buat kami gimana? Singkat juga! Nggak berasa, apalagi sejak ada si Abby, waktu kok ngebut banget berlalunya (plus badan ngerentek). Jadi di minggu yang penuh cinta ini, saya mau berbagi kisah seminggu pertama kita setelah jadi suami istri di tiga tahun lalu yang sebelumnya belum pernah saya bagikan. Sebenarnya sih sudah ada clue sedikit waktu kita dulu short honeymoon pergi kemana, tapi sekarang dijembrengin dikit deh ya hahaha. Reminiscence masa-masa di mana saya masih lebih singset dari sekarang (padahal mah badan sterek juga), dan kembali melihat tampang muda-mudi yang sekarang sudah jadi papa dan mama. 

Here we go....

Setelah resepsi Sabtu itu, kita masih menginap dua malam di Ritz Carlton Kuningan. Hari Minggu, kita masih teler, gara-gara mertua bangunin pagi-pagi untuk sarapan keluarga besar di restaurant hotel (literally besar, ada kali di atas 25 orang diinepin semua di hotel). Padahal kaki ini masih gempor abis ajojing, ditambah suami masih teler lantaran muntah-muntah kebanyakan minum pas after party. Tapi ya namanya bertemu keluarga besar, kita pasang senyum-senyum ceria walaupun pikiran masih di ranjang. Habis sarapan, kita literally lanjut molor kembali, sampai sore hari kita bikin appointment untuk couple spa. Setelah sesi pijat dan lulur selesai, waktu berendem di private poolnya spa villa, saya masih inget banget tiba-tiba hujan badai, dan airnya tampyas masuk ke dalam pool huahahah. Jadi deh mau leyeh-leyeh gagal, dan perut juga udah minta diisi. Malam itu kita ngebabi di Amigos-Bellagio.

Hari Senin siang, kita check out lalu langsung ke toko buah di Gatot Subroto dan bikin parcel buah. Menurut tradisi Chinese, hari ke-3 nikah, kita harus kembali ke rumah orang tua masing-masing dan mengantar bingkisan. Jadi pertama kita ke rumah mama saya, lalu kemudian sorenya lanjut ke rumah mertua. Waktu habis resepsi, angpao kita titipkan dulu di mertua, dan pas di rumah mertua malah gatel pengen bongkar angpao sekoper. Dan saudara-saudara, ternyata bongkar angpao itu walau super mengasyikan, lama nggak kelar-kelar sampe pukul 2 pagi!! Yak pukul 2 pagi, suami beberes ambil baju beberapa dari rumahnya, terus kita pulang ke rumah saya lagi, packing, literally 3.30 pagi kita baru tidur, dan pukul 5.30 pagi sudah bangun dan siap-siap untuk berangkat short honeymoon. 

Tujuan kita adalah ke Langkawi. Bingung ya kenapa pilih Langkawi. Kenapa bukan Bali aja sih? Kan Bali terkenal banget. Langkawi ini direkomendasikan oleh suami saya yang pernah ke sana. Katanya kalau untuk betul-betul relax, Langkawi ini enak sekali. Pulaunya kecil, jalanannya bersih dan halus semua. Udara super bersih, dan yang jelas, mau kemana-mana bisa nyetir sendiri dengan mudah. Lokasi juga cukup dekat dari Jakarta alias short haul. It was perfect for a "right-after-the-wedding" honeymoon. Waktu itu kita naik Garuda Indonesia ke KL selama 2 jam, dilanjutkan dengan short flight ke Langkawi sekitar 1 jam naik Malaysian Airlines. Langkawi sendiri lokasinya di utara Malaysia, di laut Andaman. 

Ini saya baru sampai KLIA sebelum ke Langkawi. Muka bener-bener kucel karena hampir tidak tidur dengan kantong mata tebal. 

Pesawat ke Langkawi. Saya excited banget kok short flight ada Sky Chefnya, nanti bakalan dapet meal lagi. Ehhh gak taunya cuma dikasih drink sama kacang hahahah. Ketepu dah.
Sampai di Bandara Langkawi, setelah mengambil koper, kita langsung ke tempat penyewaan mobil. Saat itu kita memilih Toyota Vios. Jangan ragu untuk menawar ketika akan sewa mobil. Nanti dia pasti akan bilang, "Special price for my Indonesian friends!" Hehehe.

Di Langkawi ini, kita memilih untuk tinggal selama 3 malam di The Danna yang berlokasi di Pantai Kok. The Danna saat itu baru buka sekitar satu tahun. Hotel ini nomer 1 di Trip Advisor untuk hotel di Langkawi, padahal ini bukan chain hotel. Tetapi melihat foto-foto dan reviewnya, plus pengalaman saat berada di sana, saya langsung ngerti kenapa hotel ini begitu mendapat tanggapan positif dari semua orang yang tinggal. Servicenya bagus banget! Mungkin ini salah satu hotel dengan service terbaik yang pernah saya tinggal. Ini hotel, bukan villa, tapi kita merasa semuanya personalized. Apa yang ada di foto, ya aslinya memang seperti itu, and even better. Waktu sampai hotel saja, masing-masing langsung dikasih 15 minutes neck massage di lobby. Enak banget!

Ini kamar kita. Luasnya kalau nggak salah sekitar 60-65 meter persegi. Jadi gambar ini sebenernya  kurang menggambarkan besar kamarnya. Maklum dulu nggak terlalu foto-foto detail.

Ini adalah pemandangan dari balkon kamar. Ada quay, lengkap dengan banyak yacht.

Kamar mandinya ada his and her sink, dengan gaya klasik kolonial tapi modern. Bathub terpisah dengan pintu geser jadi bisa langsung lihat ke ranjang (bukan kaca loh ya). Ada rain shower and closet terpisah.

Begitu sampai, di kamar sudah siap dengan champagne. Tapi berhubung saya capek banget, dan lebih milih tidur, champagnenya nggak saya buka. Kurang tidur, minum champagne, apa jadinya???

Sore hari juga diantarkan kue dan coklat. Setelah sampai hotel itu, kami langsung molor sepules-pulesnya. Udah nggak kuat lagi mata tinggal setengah watt.

Malam harinya, kita jalan kaki ke Perdana Quay yang letaknya tepat di sebelah hotel. Banyak sekali restaurant di dermaga tersebut dan rata-rata menunya international. Ada Brazilian, Russian, Italian, etc. Btw, daerah Pantai Kok ini lebih ke daerah "elit"nya, jadi pricewise harga makanan lebih mahal dibandingkan dengan di daerah Pantai Cenang. Kalau di Bali, mungkin comparisonnya antara Nusa Dua dan Kuta kali ya.

Ini pesanan kita malam itu. Kalau nggak salah restonya namanya Mare Blu. Kita pesan Baked Oyster with Spinach, Parpadelle Aglio Olio with Scallop, Mussel, and Brocolli, and Anchovies Pizza.  

Biarpun honeymoon, tetep masih demam Blackberry (at that moment, sekarang nggak lagi!)

Again, this picture didn't do justice. Ini area lobby, aslinya lebih bagus lagi.

Ini adalah librarynya. Jadi kalau mau santai baca-baca buku juga bisa. 

Besoknya, kita sarapan pagi. Setelah duduk di kursi, kita langsung dikasih refresher shot dan mixed juice of the day. Untuk standard buffet ada roti-rotian, pastries, salad, dan berbagai cold cuts. Tetapi yang istimewa adalah, semua main course breakfast di sini made-to-order, dan menunya  nggak main-main plus rasanya enak-enak.

Roti Canai dengan lentil dan kari ayam

Nasi lemak. Kalau kata suami ini nasi lemak bintang lima. Kalau beli di luar jadi cuma 3 ringgit hahahaha.

Minute steak and egg. Pagi-pagi udah makan steak, lengkap dengan melted egg yolk.

After breakfast, kita iseng muterin hotel. Di tengah-tengah hotel ada garden yang lush banget. Pohonnya beraneka ragam dan betul-betul terawat. 

Yang ini bar area. Kalau malam ada penyanyinya yang suaranya rasanya pengen saya gantiin aja. Huahahaha... *soalnya nyanyi lagu berbahasa Inggris nadanya suka dangdut*

Kalau dari atas ya kayak gitu gardennya. Gak flat tapi terawat. Ijo banget.

Di deket ballroomnya ada kitchen segede gini. MAU! *entah kapan hahaha*
Siang itu kita lanjut ke Oriental Village, untuk ngejar naik Cable Car, main attraction di Langkawi. Saya kira Oriental Village itu kayak macam Taman Mini atau Dunia Fantasi gitu loh. Ternyata serasa balik ke taman hiburan tahun 70-an! Asli agak-agak katro. Mainannya ada yang model sepeda air, lalu kursi-kursinya juga model kursi plastik hahahaha. Saya sama suami serasa kembali ke masa lalu. Sayangnya hari itu cuaca berangin, sehingga Cable Car tidak beroperasi. Kita sudah ketar ketir, karena kalau hari ini nggak bisa naik Cable Car, besok adalah kesempatan terakhir kita naik. Ya sudah lah ya, kita pasrah, dan ganti haluan.

Pemandangan di dalam Oriental Village yang serasa balik ke masa lalu. Turis mancanegaranya banyak banget loh!
Daripada bengong, akhirnya kita ke Jetty Kilim untuk sewa boat dan bertualang di Geoparknya. Itinerary bayangannya diputer aja deh, yang mana dulu yang bisa dilaksanakan. Di Jetty Kilim ini, kita bisa menyewa boat untuk adventure, mulai dari yang cuma 1 jam, sampai ada yang 4 jam. Kita ambil yang 2 jam dengan rate per kapal RM 300 (kalau dikerupiahkan sekitar IDR 1.1 jt). Kapasitas kapalnya bisa sampai untuk ber-8. Jadi kalau ada yang mau pergi ber-8 ya bisa sewa 1 kapal juga jadi ngirit. Atau bisa juga share dengan turis lain. Namun berhubung kita lagi honeymoon, berdua aja dong ya, sok romantis hihi.

Motor boat di Jetty Kilim

Pemberhentian pertama kita adalah di hutan mangrove lengkap dengan monyetnya.

Terus kita dikasih senter, untuk  masuk ke dalam gua kelelawar. Jadi literally saya tuh masuk ke gua di belakang itu sambil bawa-bawa senter dan jalan sambil jongkok. Serasa masuk ke rumah Batman.

Balik naik kapal lagi, kita ngelewatin restaurant, namanya "Hole In The Wall" Ini mah bukan hole lagi yak! Open air gitu semuanya hahahaha. Kalau diperhatiin, cuaca mulai hujan.

Liat deh, hujannya mulai deras banget, tapi tour tetap jalan. Untung ada atapnya walaupun kalah kalau sama angin, jadi kita rada kebasahan.

Pemberhentian kedua, kita diajak ke pembibitan ikan-ikan. Ini ada ikan pari masih rada baby. Itu tangan si masnya yang pake gelang.

Lalu dikasih liat dan disuruh pegang-pegang kepiting nggak jelas ini. Katanya bisa buat pijit-pijit. Padahal geli juga megangnya.

Nah ini dia bagian kaki kepiting yang tadi. Katanya bisa ditaruh di atas kepala kayak topi gitu, terus mijit-mijit kepala kita. Hiyyy! 

Setelah naik kapal lagi, kita dibawa ke daerah komunitas Elang. Langkawi itu kan asalnya dari kata Elang. Jadi ini adalah lambangnya Pulau Langkawi. Kita dikasih lihat cara kasih makan elangnya itu, alias elangnya nyamber-nyamber pas kita taruh daging.


Kalau yang ini, foto model memperagakan iklan minuman dingin huahahahaha....

Sekarang kita mulai menuju ke laut lepas Andaman. Di sini signal telepon sudah roaming menuju jaringan Thailand loh, bukan Malaysia lagi. Pemandangannya bagus!

Satu-satunya foto berdua di atas kapal, difotoin sama tukang kapal.

Pas di tengah laut lepas gini, langitnya mulai mendung parah lagi, dan nggak lama BYUUURRRR!! Bener-bener hujan badai!

Di sini mungkin nggak gitu jelas kali ya, tapi itu muka sama badan saya sudah basah kuyup sampai perlu pakai extra vest untuk melawan angin dan hujan. What a romantic journey :P
Sore itu kita balik ke hotel untuk istirahat sebentar, dan malamnya lanjut ke Pantai Cenang yang daerahnya lebih ramai, untuk makan di restaurant seafood yang antriannya paling panjang di sana, Orkid Ria. Restaurant ini terkenal sekali dengan Tiger Prawn-nya. Jangan bingung liat porsi makan kita. Laperrrr...

Jangan lupa kalau di Langkawi, harus minum Orange Juicenya. Beda dan enak banget!

Tahu Saus Kepiting

Tiger prawn 4 biji. Walaupun cuma 4 biji, tapi udang ini harganya setengah dari total bill kita! Kebayang deh kira-kira brapa.

Scallop Saus Belacan

Cumi Goreng Tepung

Percaya atau ngga, ini mal yang terkenal di Langkawi, udah kayak ITC aja ini mah. Untung masih ada toko-toko macem Body Shop. Beneran serasa balik ke tahun 80-an. Hello Gajah Mada Plaza!

Next day, sarapan lagi di restonya. Ada mbak-mbaknya yang muter-muter bawa bakpao kacang untuk dibagi-bagi.

Hari ini nyobain Eggs Benedict.
Asyiknya sarapan di sini adalah, main course-nya boleh dipesan berulang-ulang. Jadi kalau kemarin menunya yang kita cobain enak, ya pesan aja lagi. Mau 10 kali juga boleh haha.
Habis sarapan, lanjut berenang ke tepi pantai.

Tiap kali liat path ijo-ijo gini ke pantai, hati berasa tentram hahahaha. Sayang nggak bisa sering-sering.

Pemandangan Pantai Kok, banyak yacht.

Ini hotelnya kalau dilihat dari pantai. Gak besar ya, gak kayak yang di Bali kemarin.

Yang indah soal langkawi ini, di depan bisa pantai, di belakangnya backgroundya bukit. Jadi udaranya enak dan sejuk. 

Betis-betis segede paha.

Ini dia mobil sewaan kita, Toyota Vios Putih. Kudu difoto buat kenangan.
Siangnya kita lanjut muter-muter pulau, ke Pantai Tengkorak. Pantai ini adalah pantai umum, jadi siapa saja boleh kemari. Ombaknya lumayan kenceng, dan sepiiii...

Nyeker di Pantai Tengkorak

Di perjalanan balik dari Pantai Tengkorak, ada Pebble Beach alias pantai kerikil. Bener-bener isinya kerikil semua, jadi males main-main, tapi bagus buat difoto.
Mencoba peruntungan sekali lagi, kita balik ke Oriental Village untuk naik Cable Car. Biaya per orang dewasa RM 35. Dan kita benar-benar beruntung karena ternyata hari ini Cable Car beroperasi, terlihat dari antriannya yang kayak antri sembako!

Antrian sembako... eh cable car.

Pas mulai naik di atas cable carnya, it was breathtaking! Edan bagus banget! Keliatan gak itu hotel kita yang atap putih-putih hehe.

How majestic the view was! Yang tenda di bawah itu adalah terminal stop pertama, kita masih naik lagi ke stop kedua. 

Sudah sampai di atas, jangan lupa naik ke jembatan gantungnya. Untuk yang takut ketinggian, jangan nekad. Walaupun  keliatan kuat dan kokoh, kalau ada angin besar, seluruh jembatannya goyang!

Foto selfie jaman belum ada tongsis!

Iya, saya ngegantung gitu loh. Nanti deh di bawah saya kasih lihat ngegantungnya kayak apa.

Kalau dari point ini, bisa melihat the most beautiful sunset in Langkawi

Nah, ini dia jembatan gantung yang saya bilang. Bener-bener ngegantung gitu hahaha. Berani nggak ? Anginnya wer wer werrrr....

Nah ini buktinya angin kenceng, mendadak cewek cantik berubah jadi Chewbacca-nya Star Wars.

Suami saya mirip sama anak SD ya. rambut gak pake gel, pake celana pendek, kaos kaki, dan sepatu kets hihihihi...

Pemandangannya bagus banget walaupun mulai berkabut.

Nah, ini udah dalam perjalanan turun, keliatan lepeknya kayak apaan.
Malamnya, kita balik ke daerah Pantai Cenang yang banyak restaurant, dan langsung tergoda sama restaurant Nasi Kandar Tomato! Nasi Kandar itu kalau di Indonesia mungkin mirip Nasi Padang kali ya, tapi dengan pengaruh India.

Nasi Briyani Kari Ayam

Orange Juice-nya Langkawi yang wajib dipesen

Ayam Tandoori, fresh langsung dari gentong bakarnya

Garlic Naan

Ditutup dengan Roti Tissue dan susu kental manis. Puas puas puas!

Ini loh lauk-lauknya Nasi Kandar, dipilih dipilih dipilih!

Habis makan, masih laper mata dan makan jagung bakar lagi hahahaha.

Tukang jagung bakarnya males banget, pake kipas angin ditaruh di atas kursi -_-

Balik ke hotel, suami langsung berendem sambil minum Champagne, sementara istri mandi dan tidur zzzz....

Besoknya kembali nyobain sarapan yang belum pernah dipesen (plus mesen juga menu-menu yang lain yang udah pernah hahaha). Kali ini Belgian Waffle with Honey

American Breakfast, Scramble Egg, Sausage, Hashbrown.

Berhubung udah hari terakhir, sebelum check out main-main dulu di pantai dan beralai dikit nulis-nulis inisial pake love *malu*


Iseng foto kepiting kecil pakai BB.

Bunga-bunga bougenville bermekaran

Nah, ini daerah Perdana Quay yang pertama kali saya makan malam. Kalau siang ya begini bentukannya. Asik ya.

Yachtnya banyakan yang punya orang bule, lalu ada mbaknya yang tukang bersih-bersih sambil buang sampah.

Airport Langkawi (yang mendingan dikit dibandingin sama mal-nya)

Penasaran sama Marrybrown Fried Chicken yang katanya mirip KFC. Ternyata ga enak!
Saya masih inget, karena kesalahan teknis, pesawat saya muter-muter di udara sampai ekstra 1 jam, karena nggak kebagian tempat mendarat. Sampai di Kuala Lumpur, kita ketemu sama yang namanya: MACET PARAH... maklum hari Jumat. Trafficnya gak bergerak kayak di Jakarta. Padahal ujung hotelnya udah keliatan, tapi taksi hampir gak bergerak.

Karena macet, jadi bisa iseng motret. Coba kalau iklan ini ada di Hayam Wuruk/ Mangga Besar. Pasti pengertiannya beda. (pssttt... Di sinii banyak "ayam"....)
Malam ini kita nginap di Sheraton Imperial. Lokasinya dekat dengan monorail, jadi kalau mau ke Bukit Bintang tinggal 2 setopan (kalau nggak salah). Kita dapat pemandangan ke Twin Tower. Pas sampai kamar capeknya amit-amit, tapi lumayan happy pas dapat kue dan coklat yang bentuknya cantik banget.

Walaupun capek, tapi foto dulu. Plus lapar berat, tapi harus beli oleh-oleh dulu buat orangtua.
Eh iya, story soal beli oleh-oleh ini, pernah saya tulis ya beberapa tahun lalu. Pengalaman yang lucu tapi ngeselin hihihi.

Ke Bukit Bintang, Sephoranya ternyata gede juga ya. Maklum sebelum ini terakhir ke KL di 2007, kayaknya udah jauh lebih maju di 2011.

Langsung masuk ke Pavilion demi misi mencari kado. Suasana udah natalan semua.

Misi mencari kado selesai, badan sudah bener-bener lepek, perut sudah benar-benar lapar, lanjut makan malam di TGIF. Porsinya as usual, gede banget, tapi kurang enak karena bacon bukan pork haha *teteup ye pencinta bacon asli*

Sambil nunggu monorail balik ke hotel, sambil iseng foto ikan KFC. Sampai nyari info dulu, berbaloi itu artinya apa sih?? *ternyata artinya worth*
 
Dari dalam kamar, buka jendela, sebelah tengah ada Twin Tower Petronas

Sebelah Kanan ada KLCC Tower

Makan terakhir sebelum pulang ke Jakarta. Breakfastnya kurang enak. Kayaknya gara-gara yang di Langkawi kelewat enak hihihihi...

Selesai juga short honeymoonnya. Naik taksi balik ke KLIA, sudah lebih cerah, kantong mata sudah hilang, dan yang jelas, muka bertambah bulat
Tips buat pengantin-pengantin baru, boleh lah diikutin cara honeymoon saya ini. Saat kita lagi capek, jangan langsung pergi yang jauh-jauh dengan long haul flight, apalagi yang mengandung kata "jet-lag". Kalau pas sehabis acara resepsi, pergi saja ke tempat yang dekat, tapi fasilitas baik, sehingga kita betul-betul merasa happy dan relax. Setelah short-honeymoon perdana ini, sudah dapat relaxnya, baru kita siap-siap energy lagi untuk yang jauh-jauh dan lebih adventurous. 

Walaupun isi post ini sudah rada basi, tapi pas saya nulis dan pasang foto, kok rasanya hati berbunga-bunga, mengingat masa-masa seru itu, di mana kita masih bisa jalan-jalan berduaan, seenaknya ganti-ganti jadual, bangun siang, telat makan sampai teler, dan lari-larian ngejar jadual monorail yang sudah mau habis. Ternyata setelah ada Abby, pergi bertiga itu jauh lebih adventurous lagi, dan lebih menguji kita sebagai pasangan dan sebagai orang tua. Masih banyak lagi perjalanan-perjalanan yang akan kita lalui sebagai keluarga, dan trip tiga tahun lalu itu adalah awal dari semuanya. Cannot wait for more adventures!

Share It