Friday, April 29, 2016

Kenapa Kita Pindah?

Pertanyaan di atas itu rame banget ditanyain sama pembaca yang mampir di blog. Kalau para pembaca aja penasaran, apalagi orang-orang di sekitar saya ya? Pas tau kalau kita memutuskan untuk pindah, pasti nomer satu sih... KAGET! Pembaca di sini kaget juga nggak sih? Nggak ada hujan ngga ada angin, tau-tau  kita udah di negara lain aja gitu. Tau yang lebih gila apa? Kita cuma kasih tau kalau kita mau pindah ke keluarga inti saja dan beberapa orang yang dekat pas di awal-awal, lalu kasih tau beberapa orang lagi kira-kira 2 bulan sebelum berangkat, dan keluarga besar baru kita kasih tau beberapa hari sebelum Imlek, dan tau-tau 4 hari sesudah Imlek, kita sudah capcus aje gitu hahahaha. Kenapa sih berkesan misterius amat? Jujur, karena kami ngga mau ngerepotin orang. Segelintir orang yang kita kasih tau aja, langsung heboh  ngajak ketemuan. Dan seandainya saja makin banyak orang yang tau, bisa repotlah kita memenuhi permintaan orang untuk jumpa fans ketemuan buat farewell lunch or dinner. Sementara, kita harus sungguh fokus menghadapi salah satu proses terbesar dalam hidup kita sebagai keluarga. Serius, ini bukan gegayaan, tapi beneran!

Saturday, April 16, 2016

Hidup di Auckland: Kisah Membuat Surat Ijin Mengemudi

Kali ini, saya nggak mau nyeritain tata cara pembuatan New Zealand Driving License (NZDL), soalnya yang kayak begitu, bisa dibaca sendiri di website New Zealand Transportation Agency (NZTA), dan kayaknya kalau dijabarkan pun, nggak akan berguna bagi mayoritas orang yang mampir kemari. (Padahal mah, memang sebagian besar isi blog saya ini nggak guna-guna banget juga hahahaha). Yang saya mau cerita kali ini adalah, bagaimana kisah perjalanan saya mendapatkan NZDL yang tentunya tidak semudah mendapatkan SIM Indonesia. Setidaknya begitu sih berdasarkan pengalaman saya, entah kalau sekarang ambil SIM di Indonesia jadi jauh lebih susah.

Thursday, March 31, 2016

Apa Kabar si Sus?

Begitu beberapa orang tau kalau saya mau pindah ke New Zealand, pertanyaan kedua setelah menanyakan kenapa saya pindah adalah: "Susnya terus kemana, Le? Boleh dioper ngga?"  Malah ada loh orang yang sampai khusus nanya nomer WA saya dan japri soal si Sus ini. Kasian ya, pengguna jasanya kayaknya malah kalah ngetop dibandingin sama susnya hahahaha. Buktinya, di blog ini aja, pas kemarin saya nulis soal pindah, salah satu pertanyaan paling banyak adalah, apa kabarnya si Sus. Jadi, di postingan kali ini, saya  mau bikin tulisan spesial, khusus untuk suster saya yang tidak bisa saya sebutkan namanya di sini, padahal namanya keren banget gak pasaran, bahkan sama dengan nama penyanyi pemenang Grammy Awards. Berhubung nama saya kalah keren dari nama dia, kita ganti aja di postingan ini, namanya jadi Susi. Semoga si Sus tidak jitak saya.