Friday, May 17, 2019

Punya Anak Dengan Dermatitis Atopik atau Eczema

Topik yang lagi hangat banget di kalangan netizen nih, lantaran ada bapak-bapak yang ceritanya mau sharing soal penyakit anaknya, tapi berakhir dengan mayoritas ngebully dia hihihi. Saya rasa orang pada paham ya ini kasus siapa, soalnya di linimasa Facebook saya ada yang share juga. Malah kata teman saya, di linimasa dia yang share lebih dari satu orang. Sebagai seorang ibu yang punya anak penderita eczema, pas baca screencap instastorynya beliau sih, jujur, saya lumayan garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum juga. Saya percaya, maksud hati dia bagus, supaya menjaga privasi anak. Tapi cara menyampaikannya itu loh, udah kayak kompor meleduk (biasa bapak-bapak kan kalem, nggak meleduk ya), ditambah lagi hawa postingannya itu seperti berisi misleading information, plus... maaf ya, kok kata-katanya kasar. Seandainya disampaikan dengan cara lebih halus, plus ditambah research yang mendalam yang mendasari kesimpulan beliau, bukan hantem kromo dan menyalahkan orang lain, mungkin akan lebih bisa diterima oleh masyarakat. Edukasi orang tua soal penyakit itu penting, cara penyampaian ke orang juga penting supaya tidak salah kaprah. Kalau kita cuma sekedar baca instastory dan ikut emosi bersama si bapak, ujung-ujungnya yang rugi kita sendiri, plus anak kita juga ikutan rugi. Kali ini saya nggak mau bahas detail soal si bapak itu misleadingnya dimana, tapi saya mau berbagi pengalaman saja soal punya anak dengan penyakit yang sama dengan yang diderita anaknya si bapak. Mungkin kadarnya beda, tapi jenis penyakitnya sama.

Sunday, April 14, 2019

Dua Minggu Yang Berat Untuk Abby

Kali ini boleh ya cerita yang kurang enak, tapi ingin saya abadikan sebagai kenangan untuk Abby. Ceritanya dimulai tiga minggu lalu, di hari Sabtu yang cerah, tanggal 23 Maret 2019. Hari itu karena cuaca sangat bagus, kami sekeluarga pergi ke daerah Browns Bay, untuk makan di sebuah restaurant BBQ. Setelah makan siang yang nikmat itu, kami lanjut main ke pantai, ngopi, makan es krim, pokoknya hari itu menyenangkan sekali deh. Sepulang dari Browns Bay, saya dan Abby masih mengerjakan project untuk sekolah Abby yaitu menghias kotak kue kosong, yang nanti akan diisi dengan hasil baking ortu masing-masing, lalu akan dijual untuk cari dana sekolah, dan akan dikumpulkan tanggal 29 Maret 2019. Hari itu kami semangat sekali membuat kotaknya, dan sore itu juga, project kolaborasi mama dan Abby selesai. Tentulah idenya dari mamanya, Abby cukup mewarnai dan menempel saja.

Monday, March 25, 2019

Kia Kaha, Aotearoa!

Sudah seminggu lebih sejak peristiwa penembakan di dua masjid saat Sholat Jumat di Christchurch. Korban jiwa termasuk banyak, 50 orang, termasuk satu orang dari Indonesia. Dari sekian banyak tulisan dan analisa orang-orang di luar sana tentang apa yang terjadi, saya ingin cerita sedikit saja pandangan dan kesan saya sebagai seorang rakyat biasa yang tinggal di Selandia Baru, sebagai seorang imigran.