Wednesday, July 29, 2015

Nasehat Finansial Untuk Orang Muda

I am getting older. This August I am turning 33. Oh My! Katanya kalau orang tambah tua, harus jadi tambah bijaksana. Tapi nanti kalau saya sok bijak, ada yang bilang, sotoy banget sih nih orang. Terus saya mikir lagi, kalau saya tambah tua, dan tambah pengalaman, bukankah membagi sesuatu yang berarti dan berguna bagi sesama saya itu penting? Jadi dengan segala resikonya, saya ingin sekali berbagi hal yang menurut saya begitu penting untuk dibicarakan terutama untuk pasangan muda yang akan membina rumah tangga, ataupun sudah membina rumah tangga.

Wednesday, July 22, 2015

Lebaran Staycation (Demi Tidur Yang Tenang)

Kira-kira seminggu sebelum Lebaran, suami punya usul yang sebenernya rada-rada aneh. Tahun ini kan kali ketiga ya kita berlebaran di lokasi yang sama, tapi baru kali ini dia menyarankan kita untuk cabut nginep di hotel pas takbiran. Alasan dia karena sudah 2 tahun berturut-turut, tiap takbiran hampir nggak bisa tidur gara-gara brisik. Ya emang bener sih, di lingkungan sini sebenernya orang-orangnya sih tipe tenang semua, tetapi yang jadi masalah adalah, kalau malam takbiran, orang-orang kampung belakang di sekitaran kita keluar semua, naik motor gegerungan serasa knalpot dicopotin, tanpa helm tentunya, dan kayaknya duitnya pada nggak habis-habis buat beli petasan. Yang namanya petasan dan kembang api, bisa nonstop berjam-jam sampai pagi, dan mohon maaf, seperti tidak menghargai orang lain yang butuh istirahat. Saya sih seneng juga sama suasana takbiran yang seru dan ramai, mengingatkan saya pada masa kecil pas suka takbiran di Puncak. Tapi kalau berlangsungnya sampai pagi sih...kebangetan juga. Sebelum usulan nginap di hotel ini, suami saya sampai ngegoogle cara bikin kaca soundproof loh! Malah yang kocak, dia sampai mau beli kardus sama plakban untuk ditempel ke jendela, karena katanya itu metode paling ampuh buat redam suara. 

Friday, July 10, 2015

Susahnya Berterus Terang, Mudahnya Bergosip

Saya yakin banget, seyakin-yakinnya, setiap dari kita pasti pernah kesal sama teman atau sahabat kita sendiri karena tingkah laku dia terhadap kita. Tapi untuk menghadapi dan ngomong langsung, kita nggak berani. Kalau sudah begitu, dipendem sendiri kan tentunya ngga enak ya? Apa yang biasanya kita lakukan? Biasanya sih: Gosip dengan teman lain yang kita balut dengan istilah curhat. Iya, seringkali kita menceritakan perbuatan tidak enak sahabat kita sendiri ke teman kita yang lain, cuma karena kita terlalu pengecut untuk menghadapi reaksi teman kita kalau kita bilang ketidaksukaan kita secara langsung. Terus apakah sesi curhat itu membuat segalanya jadi lebih baik? Ya...bisa sih, tapi sifatnya cuma sementara saja. Dan saya pernah kena batu yang luar biasa dari sesi curhat saya, yang membuat saya menyesal setengah mati pernah ngegossipin sahabat sendiri ke sahabat yang lain. 

There was an error in this gadget