Saturday, November 29, 2014

Abby Tamasya Ke Kuala Lumpur - Anniversary Trip

Peringatan: Postingan kali ini isi fotonya banyak banget, jadi kalau internetnya lemot atau ngeri kemakan kuotanya, mending nunggu sampai dapet (free) wifi yang kenceng (ini ala fakir wifi banget deh ah hahaha).

Bertemu lagi dalam seri Abby Tamasya! Halah... sejak kapan ada serialnya hahaha. Masih pada ingat kan di post yang lalu, kalau Papa dan Mama Abby short honeymoon-nya ke Langkawi tepat sehabis resepsi dulu. Nah karena kali ini ulang tahun pernikahan kami yang ke-3, kami ingin mengajak Abby jalan-jalan juga sekalian mengenang masa lalu....(padahal masa lalu dari mana coba? Baru juga tiga tahun hahaha). Trip ini juga tidak direncanakan jauh-jauh hari, alias dadakan aja. Rasa iseng melanda sehabis ngubek-ngubek foto lama di Langkawi. Berhubung papa Abby cuma bisa cuti sebentar, jadilah kita berangkat tanggal hari Jumat dan pulang hari Minggu dan kali ini kita cuma ke Kuala Lumpur saja. Kalau ke Langkawi mah butuh 5 hari baru puas.

Daripada berlama-lama, yuk kita simak perjalanan Abby kali ini, yang jujur, paling bikin Papa dan Mama-nya sakit pinggang. 

Jumat, 21 November 2014

Seperti biasa, kalau kami pergi itu selalu berusaha travel light. Light di sini versi bawa bayi ya. Kalau light versi saya dan bapaknya itu bawa ransel dua biji. Kalo light versi Abby, bawa koper cukup sebiji, diisi sama baju tiga orang, jadinya nggak terlalu ribet.

Si bolang sudah siap berangkat!

Pagi itu nangkring dulu di Pura Indah Lounge yang isinya udah kayak capcay, alias rame banget dari berbagai negara. Abby nyemil cereal dulu.

Si bos kecil lagi duduk di sofa, sendirian! Tas sama ransel dipindahin semua ke bawah.
Kali ini kita memilih maskapai Malaysian Airlines. Dengan harga yang hampir sama dengan Garuda Indonesia, Malaysian Airlines kebetulan mempunyai opsi jam terbang yang lebih banyak, dan lebih pas waktunya. Kita naik penerbangan pukul 09.55 pagi. Pesawatnya bagus standard airlines internasional, ada entertainment console di setiap kursi, tapi sayang, makanannya itu, masak sih cuma dikasih sandwich. Cold sandwich pula. Bukannya saya gak doyan, saya sih doyan banget, tapi kurang nendang hahahaha.

Sampai di KLIA, ini bandara sepi banget loh. Di imigrasi aja antrian pendek.
Kalau hidup ngga bisa lepas dari internet, dan nggak mau bayar roaming harian, sebelum imigrasi, kita bisa langsung beli kartu telepon. Kemarin ini kita beli Digi seharga 26RM sudah termasuk internet 1 minggu dengan batas 100MB/day plus credit telepon 6RM, dan buat kita, salah besar! Karena ternyata dari dalam kamar hotel kita, Digi ngga dapat signal huahahahah... Tapi di public place, ngebut. Jadi saya ngga tau deh salah siapa. Mungkin yang lain bisa coba Celcom misalnya.

Dari KLIA menuju ke city, kalau lancar bisa ditempuh dalam waktu 45 menit sampai 1 jam. Tetapi kalau macet alias rush hour, bisa sampai 2 jam. Kita punya beberapa opsi untuk ke city. Bisa naik kereta ke KL Sentral dengan biaya 35RM/ orang yang tiketnya bisa dibeli di KLIA langsung, naik taksi bermeter, atau naik taksi flat rate yang ada stand-nya di dalam KLIA setelah keluar baggage claim. Berdasarkan pengalaman kami, paling ekonomis itu naik taksi flat rate yang ada stand-nya dan bayar di muka, kalau tidak salah namanya Premier Taxi. Dari KLIA menuju ke hotel kami, cukup 74.5RM untuk taksi budget alias hanya bisa dimasuki oleh 1 koper besar. And that's enough for us :). Makin besar taksinya, makin mahal. FYI, sistem taksi di Kuala Lumpur ini memang dianggap menyebalkan oleh banyak turis, karena banyak yang katanya argo kuda, atau nggak mau pake argo tapi juga tidak resmi (i.e. matok harga dari awal). Jadi, mendingan cari yang aman saja.

Punya anak memang ajaib. Kalau naik pesawat, dia baik-baik aja ngga ada rewelnya. Tapi sepanjang jalan, karena anak ini nggak biasa kalau nggak pake car seat, lagi-lagi dia kena mabok darat. Masih inget pas di Bali kan? Dia juga kena mabok darat. Jadilah dia nangis, dan kita kasih cemilan supaya dia ngunyah dan agak-agak lupa sama maboknya. Tapi kali ini nggak muntah. Amin!
Hotel tempat kami menginap dua malam kali ini adalah Doubletree by Hilton. Kalau di USA, Doubletree ini sebenarnya bisa dibilang business version dari group Hilton alias biasanya hanya bintang 4. Tetapi anehnya di KL ini dia bintang 5, dan terkadang harganya lebih mahal dari Hilton Kuala Lumpur yang berlokasi di KL Sentral. Tetapi menurut kami harganya masih masuk akal. Kemarin ini, per malam dengan advance purchase (bayar di muka), kami mendapatkan rate kira-kira IDR 1.8jt/ malam sudah termasuk breakfast untuk 2 orang. Eh iya, kalau menginap di sini, dari awal harus sudah bilang breakfastnya untuk berapa orang, karena rate per kamar untuk 1 dan 2 orang itu berbeda (padahal biasa hotel lain sudah otomatis include breakfast for 2). But please don't lie, karena ujung-ujungnya anda yang rugi sendiri, they will charge you anyway (you know typical Indonesian who likes to put 5 family members together in one room hihihi).

Kenapa kami memilih hotel ini? Pertama, karena lokasinya. Hotel ini terletak di seberang Ampang Park LRT Station, hanya 1 stop dari KLCC Station. Lokasinya ada di gedung The Intermark yang merupakan gedung perkantoran premium (JP Morgan dan BNP Paribas berkantor di sini), dan banyak kedutaan juga berlokasi di sekitar sini. Jadi daerahnya lebih formal dibanding dengan KL Sentral yang ramai atau Bukit Bintang yang terkenal untuk turis. Daerah Bukit Bintang pun sekarang sedang ada konstruksi LRT yang menyebabkan lokasi agak kurang nyaman. Kedua, di dalam gedung Intermark ini juga terdapat grocery store Jaya Grocer dan juga ada banyak restaurant dan food court, jadi kalau sampai kepepet, cari makan gampang, bisa beli buah dan keperluan Abby just in case ada yang lupa. Ketiga, breakfast di hotel ini terkenal memuaskan. I am a big breakfast person. Kalau sampai hotel breakfastnya ngga enak, rasanya nilainya langsung drop hahahah *lebay ye, biarin*. Keempat, as you know, Hilton group has a standard for cleanliness and tidiness. Bawa bayi, dijamin aman. Baby crib, dijamin ada. Ini bukan postingan berbayar, tapi saya mah emang udah demen aja hihihi.

The little boss waiting for her mommy to do the check-in.

Lobby Doubletree Hilton itu ada satu lantai di atas Ground Floor-nya The Intermark. Di bawahnya banyak restaurant premium yang kadang bikin males masuknya.

Kalau kita tinggal di Doubletree, pas kita check in pasti dikasih the warm Chocolate Chip Cookies yang enakkk banget. Kita dapat 4! Hihihi.... Satunya bawa pulang buat kasih Suster cobain. *Padahal jaman saya masih ngantor di US dulu, dapet satu kaleng huahahaha* 

Abby aja bisa doyan! Padahal itu cookie gede dan tebel banget, tapi bisa dia makanin gitu.

Karena kita check-in masih kepagian dikit, jadi kamarnya belum siap, dan kita laper berat. Ternyata food court di bawah ini nasi hainamnya enakkk banget! Saya pesen yang roast, suami pesen yang stew. Plus orange juice dan ice lemon tea, seger!

Eh iya, perjalanan kali ini, kita nggak bisa terlalu wisata kuliner. First of all, karena Abby masih rada GTM, jadi agak susah nyari makannya. Tapi alasan lebih parah adalah, karena Papa-nya Abby lagi sariawan berat! Bayangin, tiap kali mau makan, dia mikirin mesti pake albothyl dulu sama kenalog. Tiap kali makan, dia bilang ngga bisa enjoy. Padahal udah kebayang-bayang makan Nasi Kandar... hu hu hu.

Intermark sendiri sudah dihias dengan pernak pernik Natal. Abby happy banget, menjelajah sana sini.

Cakep ya! Padahal gedung kantoran loh.
Waktu kita booking kamar ini, saya cuma nulis note kecil, minta baby cot, sama ngasih tau kalau ini our 3rd year anniversary trip. Ya..dengan harapan, seengganya dapet cokelat lah ye. Tapi pas masuk kamar... kita shock berat!

INI KAMAR PENGANTEN CINA DARI MANAAAHHH?? KOK MERAH AMAT SIH?? ROSE PETALS...PETALS EVERYWHEREEEE!!
Oke, habis ini kita bahas soal kamarnya aja deh ya. Kamar di sini, sizenya standar hotel business. Tidak kecil, tetapi juga tidak besar sekali seperti hotel leisure. Semuanya serba simple tapi bersih. Amenitiesnya lengkap sampai ke setrika dan papannya.

Meja kerja, sofa cukup besar dan nyaman kalau mau iseng bawa orang extra hahahaha *not recommended :P*

Semua perlengkapan mandi dari Crabtree and Evelyn, UK

Kamar mandinya simpel dengan standing shower yang dilengkapi dengan rain shower, dan kacanya see through alias bisa dilihat dari dalam kamar. Tapi ada kerai listriknya kok buat nutup. *nggak kayak hotel yang waktu itu pernah saya nginep di daerah Mangga Besar hihihi* Eh serius deh, itu di dalem kamar mandi juga dikasih rose petals -_-

Ini Rose Petal Galoreee... sampai headboard aja ada petalsnya juga!

Dan ada coklat dan strawberry pakai powdered sugar, beserta ucapan selamat dari kru hotel. Namanya dong, Mr. and Mrs. Leony. Huahahahaha...  Belum lagi di greetings cardnya, tulisannya Mr. Leony Leony. Nama eike cowo banget kali yak?

Pemandangan dari jendela kamar kita di Lantai 23, kelihatan ya kalau KL ini benar-benar dikelilingi bukit
Selanjutnya kita turun untuk berenang di kolam hotel. Kolam renang hotel ini terkenal dengan airnya yang memakai sea water alias air laut. Saking penasarannya, pas itu air nempel di muka saya, saya jilat dikit loh! Beneran asin huahahahaha. Kurang kerjaan bener-bener, tapi kalo ngga dicoba kan tetep penasaran. Konon katanya sih air laut ini bagus untuk kulit kan. Yuk mari berenang!

Baru masuk ke kolam anak, awal-awalnya rada kaget karena airnya dingin.

Tapi nggak lama kemudian langsung kegirangan cipak-cipak

Namanya juga hotel business, jadi kolamnya ya segini aja gedenya, dikelilingin sama pencakar langit.

Pas berenang ini, hujan mulai turun rintik-rintik, jadi berenangnya udahan dulu deh. Yang penting si anak kecil udah girang.

Habis mandi sore, anak ini malah tidur kecapean. Eh iya, cribnya besar dan bagus, dari kayu pula.

Malamnya, kita keluar untuk makan malam, dan kita menuju ke Bukit Bintang. Dari hotel, kita bisa langsung naik jembatan yang menghubungkan Intermark dan Ampang Park

Ini loh jembatannya, atapnya tertutup, dan di ujungnya ada eskalator. Tapi kalau di atas pukul 10.00 malam, eskalatornya mati, yang menyebabkan kami gempor ngangkat Abby plus stroller hihihi.

Ini gedung The Intermark di mana lokasi hotel berada
Selama di sana, rata-rata kami menggunakan LRT dan Monorail sebagai sarana transportasi. We love using public transport kalau semuanya mendukung. Untuk mencapai suatu tujuan, kita bisa menggunakan single token berbentuk koin berwarna biru. Tips untuk naik LRT, supaya tidak mengulangi kesalahan seperti kami, jika kita punya satu tujuan, harus diperhatikan stasiun-stasiun interchangenya, untuk memastikan kita tidak keluar dari stasiun, sebelum tujuan kita tercapai. Walaupun kelihatannya ada tanda sambung dari stasiun LRT dengan stasiun Monorail, tetapi jika stasiun tersebut bukan interchange, jangan keluar! Kami kemarin salah mengerti karena ada tanda sambung, kami keluar, dan bikin token kami hangus. Keledai nggak jatuh dua kali ke lubang yang sama kan?

Mencoba selfie pakai HP di dalam LRT *gak bakat selfie memang*

Kami langsung menuju Bukit Bintang Pavilion.

Dari gerbangnya, sudah terasa sekali suasana Natal

Masuk ke dalam lebih heboh lagi!

Ayo bisa tebak kami dinner di mana?? Yak, Nandos! Kapan ya buka di Jakarta?

Ice Lemon Tea and Crimson Cola

Half Chicken with Chips and Garlic Bread

Three Beans Salad

Suasana di dalam Pavilion yang Natalan banget

Abby bener-bener terkesima melihat Santa Claus gerak-gerak

Mwahhhh!

Mencoba selfie pakai kamera DLSR dan... gagal lagi hahahaha...

Ini Hang Tuah Train Station. Jadi dari sini ke Stasiun selanjutnya yaitu Masjid Jamek, pakai kereta commuter, bukan LRT. Lihat siapa yang paling girang, padahal sudah hampir pukul 11 malam!

Masjid Jamek di malam hari, pemandangan dari stasiun kereta

Malamnya balik ke hotel, di lounge ada live music yang enak banget. Sayang bau rokok. Kalau masih belum ada Abby dan gak pakai rokok, pasti saya udah nangkring di situ, bahkan mungkin nyumbang nyanyi 2 sampai 3 lagu (sebelum ditimpuk botol bir).

Pemandangan Twin Tower dari lorong kamar. Good Nite, KL!
Sabtu, 22 November 2014

Good morning, KL!
Ada anak yang saking nyenyaknya, kedua kaki sampe keluar dari crib, posisi melintang. Padahal itu crib panjang, tapi dia ambil posisi lebar -_-

Ayo, Mama! Cepetan aku mau jalan-jalan!

Makan kentang dulu ya!

Ini piring makan bapaknya Abby. Katanya sariawan. Bener sih, makannya dengan susah payah, tapi seabrek-abrek!
Ini loh yang saya bilang, breakfastnya asik banget!

Chinese station, ada congee plus condiments, lots of stewed vegetables and fried dimsum, banyak banget lah, gak bisa nyobain semua.

Khusus untuk yang mau hidup sehat dan bersih, ada banyak buah-buahan dan vitamin water. Teh tarikpun ada.

Malaysian breakfast itu maksudnya nasi lemak dan kawan-kawannya mulai dari rendang, ikan bilis, fried hor fun, etc. Western breakfastnya itu mulai dari sausage, hashbrown, mushroom, scrambled egg, pancake, etc. Belum lagi pastry-pastryan seabrek-abrek dan gak kefoto.

Cheese and cold cuts, plus di belakangnya itu ada salad bar dan yoghurt station.

Yang ini noodle station, you can make your own noodle, ambil baso-basoan dan sayur-sayurannya, serta tentukan jenis mie dan kuahnya. Di sebelahnya lagi masih ada egg station yang bikin omellete. Untuk hotel sebesar ini, nggak ada tuh antrian, karena semua staff kerjanya cepat dan efisien.

Indian Station! Pagi-pagi makan nasi briyani, ditambah sardines murtabak, dan roti cane plus kari ayam... endang! Masih banyak lagi cemilan lainnya yang saya nggak nyobain. Perut gak muat.

Ini loh yang tadi untuk noodle stationnya. Bisa dimasakin dan dikasih kuah Chinese Herbal Soup, Tom Yam Soup, atau Chicken Soup.
Sehabis breakfast kita siap-siap bentar dan langsung nunggu shuttle bus untuk menuju  ke KLCC. Eh iya, di Doubletree ini ada shuttle bus setiap satu jam sekali untuk ke KLCC dan Bukit Bintang. Maksimum bisa angkut 12 orang. Jadi daftar dulu, 1st come 1st serve. Kalau weekdays, shuttlenya ini bisa antar ke beberapa gedung kantor. Ada jadualnya bisa minta di Concierge.

Akhirnya, ada foto bertiga yang bagus di depan hotel hahahaha *kesian deh kita*

Ini loh shuttle yang ditunggu-tunggu. Padahal naik LRT lebih cepet, tapi lagi males jalan kaki hahaha.

Suasana di dalam Suria KLCC. Mall lagi, mall lagi. Lantai yang jual barang premium sih sepi. Tapi yang di bawah itu, kayak pasar malem! Padet banget.

Bagian atapnya, di atas itu ada Petrosains. Kalau Abby sudah lebih besar pasti dia seneng dibawa ke situ untuk belajar.

Main Atrium KLCC. Bagusan Pavilion ya dekornya :)

Petronas Twin Tower. Wajib harus moto di sini (katanya). Padahal mah biasa-biasa aje hihi. Dulu pernah foto di sini (pas badan masih langsing dan belum ada anak back in 2007)

Saya lebih demen nangkring di sini, di bagian luar mall-nya. Itu ada pohon natal yang belum jadi konstruksinya. I think it will be awesome also later when they're ready.

Papa dan Abby yang girang :) Too bad, saya gak punya foto bagus di sini :(

Minta tolong orang fotoin, dan burem aje gitu hahaha. Dua kali, dua-duanya burem.

Gemes banget ini anak dicium bapaknya.

Habis muter-muter, anaknya pules. Sementara kepala saya pusing karena suasana mall penuh banget. Akhirnya mampir ke Isetan untuk beli titipan, dan bingung mau makan apa, plus Abby juga belum makan. 

Akhirnya kita malah beli lunch di Isetan hahaha. Murah meriah, cuma RM 10 each!! Saya dan Papa Abby makan di sana, sementara Abby punya Chicken Karaage dan nasi dibawa pulang ke hotel karena Abby molor gak bangun-bangun. Surprisingly, Abby doyan! Sampai habis setengah bowl. padahal bowlnya gede. Jadi mama ngerasa happy sekali!
Setelah istirahat dan mandi sebentar di hotel, kami melanjutkan perjalanan untuk misa di Holy Rosary Church. Untuk yang beragama Katolik, agak-agak tricky untuk mencari gereja di Kuala Lumpur. Karena, selain jumlahnya tidak terlalu banyak, beberapa gereja yang terlihat seperti Gereja Katolik, ternyata Gereja Anglikan. Sampai akhirnya kita menemukan Holy Rosary ini through searching, dan ternyata ada Misa dalam bahasa Inggris pukul 5 sore di hari Sabtu. Perfect for us! Holy Rosary church ini indah banget, berdiri tahun 1903, dan ini dulunya adalah gereja untuk komunitas Chinese di sana. Jadi misanya either Bahasa Inggris, atau Bahasa Mandarin. Ada lagi Gereja St. Anthony yang untuk komunitas Tamil dan misa dalam bahasa Tamil. Tadinya kami hampir ke sana, untungnya ngecek dulu! Kalau ngga bisa-bisa kami nanti bengong misa pakai Bahasa Tamil (plus keluar sambil godek). Karena hujan rintik-rintik dan kami tidak tau lokasi tepatnya ada di mana (kami cuma tau lokasi dekat KL Sentral), kami memilih naik taksi. Unfortunately, taksi di Doubletree semuanya taksi eksekutif. Cuma ngesot aja, habis RM 25 hihihi.... Tapi we were very lucky to arrive on time!

Suasana di dalam gereja Holy Rosary. Tidak ada AC tapi cukup adem karena hujan. Literally hujan besar sepanjang kami misa.

Tangga antik untuk menuju ke balcony.

Gereja indah ini, terselip di antara gedung-gedung pencakar langit

I love this picture. Gambar ini diambil oleh seorang bapak yang lagi jemput mamanya misa. Kita tanya dia bagaimana cara jalan ke KL Sentral. Dia tadinya mau nganterin kita, tapi kita nggak mau karena cuaca sehabis hujan sejuk banget dan Abby girang kalau diajak jalan di luar. Dan bapak ini, neranginnya jelasss banget!

Otw to KL Sentral. Abby sangat curious dan happy banget. I wish semua jalan-jalan di Jakarta juga trotoarnya gede-gede begini.

KL Central Station, yang ternyata depannya jadi mall baru dan gres, tapi marketnya lebih ke kelas menengah plus ABG. Eh iya, depannya KL Sentral ini mirip seperti Glodok loh. Alias banyak orang-orang yang nawar-nawarin nggak jelas sambil berusaha narik-narik, jadi harus lebih hati-hati. Kemudian banyak banget tukang nasi Kandar. Kalau ngga bawa anak, jadi pingin mampir hahahaha. 

Ini loh dalam Mal Nu Sentral. Masih banyak yang kosong. Ngeri ya kalau kebanyakan Mal, kayak di Jakarta misalnya. Lama-lama marketnya habis.

Ini ada toko buah lucu di KL Sentral. Money Back Guarantee. Lah kalo kita beli Mangga udah nyampe rumah pas dipotong busuk, bisa minta uang kembali gitu? *Lupa nanya*
Malam itu, kita akhirnya naik monorail dari KL Sentral ke Bukit Bintang, dan cuma makan di Food Republic. Suami karena masih ga bisa makan, akhirnya makan Chicken Rice lagi, dan istrinya makan Nasi Seafood Saus Belacan yang surprisingly enak banget haha. Serius enak!

Nih bukti kalo makanannya enak banget!
After dinner, it was raining cats and dogs! Gila-gilaan hujannya sampai kita bingung mau pulang gimana. Naik taksi nggak mungkin karena ngga ada taksi. Nembus hujan nanti takut anak sakit. Setelah muter-muter mall tapi hujannya ngga berhenti juga, kami nekad, nekad nembus hujan untuk jalan ke stasiun monorail. We had no other options! Kebetulan kami bawa dua payung kecil. Jadi formasinya adalah, suami gendong Abby plus bawa ransel dan berpayung. Saya, gotong stroller dan berpayung. Puji Tuhan, walau sepatu kami pada basah, celana suami bagian bawah basah, tas saya basah, tapi Abbynya kering sekering-keringnya, dan kita sampai di hotel sebelum pukul 11 malam. HOREEE!!

Ritual Abby setiap di kamar.Yang ini pas sebelum bobo. Ngedeketin meja telepon.

Lalu angkat telepon dan ngomong "Haloooo..." berkali2!

Masuk crib dan loncat-loncat sampe lemes, lalu bobok. Good nite!
Minggu, 23 November 2014

Last day in KL. Breakfast galore!

Gaya banget nyuap pake sendok, padahal yang disuap pada blauran semua.

Ya udah deh, makan cereal aja pake tangan.

Akhirnya saya nyobain bikin noodle campur-campur sendiri. Enaaakkkkk! *plus masih juga makan yang lain-lainnya. Tambah gembrot deh*

Koper sudah selesai di packing, dan dipelukin sama Abby. Masih kepingin di sini ya, By?

Mukanya sumringah banget
Setelah check-out dan titip koper, kita ke tujuan terakhir hari itu yaitu ke Masjid Jamek dan Dataran Merdeka. Kita turun di stasiun Masjid Jamek.

Gini loh entrance and exitnya Stasiun LRT. Jadi kebayang kan ya, soon Jakarta..soon!

Lagi jalan kaki, ada pengantin foto prewedding gaya gothic di bawah jembatan! Hwahahahaha...

Ternyata Masjid Jameknya tutup dan baru akan dibuka setelah pukul 14.30. Lagian dresscode saya ngaco total alias mestinya pakai kerudung dan baju tertutup. Akhirnya kita muterin aja langsung menuju Dataran Merdeka.

Di sana lagi ada pemutaran MUD The Musical, pertunjukan broadway asli Malaysia yang juga merupakan tourist attraction. Lokasinya di teater di sebelah Kementian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia.

Menyebrang menuju Dataran Merdeka. Jalanan bersih dan zebra crossnya lebar banget. 

Dataran merdeka dengan latar belakang Sultan Abdul Samad Building. Terakhir saya ke sini, lapangan rumputnya masih bisa dilewati dan kita bisa main di situ. Sekarang sudah tidak bisa lagi. It means that I haven't been here for many years hahahaha.

Tamannya indah terawat

Foto bertiga, nggak pakai bantuan orang, nggak pakai tripod, tapi pakai pembatas jalan dan timer hihihihi..

Di depan gedung Sultan Abdul Samad ada semacam becak hias gitu loh!

Closer look, Stitch warna PInk dan Hello Kitty!

Dataran Undergrnd (Underground), lumayan buat tempat ngadem. Habis ini saya kasih lihat isinya.

Nah di depan KL Gallery ini, ada antrian buat foto di tulisan I Love KL. Tapi karena antrian masih mayan panjang dan kitanya udah kepanasan, ngadem dulu di Dataran Underground.

Ini anak, dibeliin eskrim di cup ngga mau loh, maunya makan eskrim Kit Kat punya emak bapaknya, jadi deh muka cemongan.

Serasa punya instagram. Padahal nggak punya.

Kasian bener Dataran Underground ini, kosong melompong, toko-toko pada tutup, cuma ada beberapaconvenience store yang buka. Tapi malah bagus banyak grafiti. Abby di sini girang banget bisa dorong-dorong stroller sendiri.

Di seberang Dataran Underground ada Museum Tekstil

Dan di belakang Dataran Underground ada satu gedung yang nantinya akan menjadi Museum Musik. 

Akhirnya, kita ikutan juga motret di tulisan I Love KL. Biar makin brasa turisnya hihihi.

Kita jalan kaki lagi balk menuju stasiun Masjid Jamek. Dan ini adalah sungai yang membelah KL. Kalau kita lihat di sisinya sekarang sedang dipasang seng-seng. Daerah bantaran sungai ini sedang dibangun oleh pemerintah untuk menjadi daerah wisata tepi sungai, mirip-mirip dengan Clarke Quay, di mana nantinya akan jadi pusat kehidupan malam dan gaya hidup. Keren ya!

Pemandangan Masjid Jamek dari pinggir sungai

Di depan Stasiun Masjid Jamek ini sudah kayak Blok M aja, banyak pedagang kaki lima.

Karena masih ada waktu dan kita belum makan siang, kita mampir ke Ampang Park Shopping Center yang terletak di seberang hotel. Ternyata eh ternyata, bentukannya kayak Pasar Pagi Mangga Dua di tahun 90-an! Back to the past!

Di depan Shopping Centernya, ada resto Pizza Hut dan KFC. Lihat ini deh Pizza Hutnya, ternyata parahnya ngalahin Pizza Hut Indonesia! DOUBLE LAYERED PIZZA? Wth?

Our last meal in KL, kita memang ngga bisa lepas dari KFC! Eh iya, di sini kalau ambil paket KFC yang pakai nasi, nasinya tuh nasi hainam, terus dikasih sup baso ayam loh! Hihihihi... Udah kebayang rasanya? Yang penting mah Abby makan deh ya.
Setelah itu, kita ambil koper dan menuju ke Airport. FYI, dari hotel kami, seperti yang saya mentioned sebelumnya, semua taksinya adalah taksi executive. Jadi untuk biaya kami dari Hotel ke Airport, dipatok flat rate 150RM. Mahal? Ya iya banget, secara pas dari airport ke hotel cuma 74.5RM hahahaha. Tapi ya we had no choice. Masak mau dadah-dadah manggil taksi di jalanan? Mertua saya yang bulan lalu baru balik dari KL dan nginap di daerah Bukit Bintang (dia bukan menginap di hotel yang mewajibkan executive taxi), bisa tawar-tawaran loh sama sopir taksi di jalan, dan kena flat rate 65RM saja! You see, soal taksi ini memang KL agak ajaib deh hahahaha... Eh iya, kalau ngikutin argo executive taxi kita, argonya saja lebih kurang 130RM, belum termasuk toll dll. Jadi 150RM cincai lah.

Lagi-lagi hujan badaiiiii..... Cape deh hujan terus di KL

Masih ingat foto di postingan lalu pas saya balik dr KL menuju airport di dalam taksi? Sekarang fotonya sama-sama di dalam taksi menuju airport, tapi sudah gendong anak.

Bye-bye KL, mwahhhh! *kata Abby*
Kemarin ini, saya dapat gatenya yang gate H. Di daerah gate H itu, garingnya amit-amit alias tokonya hampir gak ada. Jadi kalau mau yang banyak tokonya, especially branded items, pergilah ke daerah gate C dengan naik skytrain. Cepet kok, bolak balik ngga brasa, lumayan bisa cuci mata dan habis-habisin RM (halah, ini ngajarin orang kok buat ngabisin duit).

Abby diisengin pramuniaga dengan lempar-lempar bola

Mama, aku mau yang itu!! *sambil nunjuk tas Hermes* (PS: cuma rekayasa)
Kali ini, penerbangan balik ke Jakartanya kurang asik. Pertama, kursinya nggak ada entertainment consolenya! Jadul banget deh ah! Padahal kan saya mau ngelanjutin nonton film Hercules yang baru ketonton separo pas perginya. Udah gitu, menu dinnernya dong, sandwich lagi! Parah juga nih Malaysian Airlines. Mendingan Garuda Indonesia kemana-mana! *bangga* Eh iya, pesawat kita kena delay 30 menitan alias muter-muter di udara, karena eh karena...traffic Soetta terlalu penuh sehingga kita ngga dapat kesempatan mendarat cuy! Niceeee.... -_-''

Ini bapak sama anak pulessss bener.
Sudah banyak kemajuan loh di International Arrival ini (ketauan udah kelamaan gak jalan-jalan). Imigrasinya jauh lebih cepat. Line untuk foreigner (non KITAS) dan Visa On Arrival juga sudah terpisah sendiri dan lebih cepat dari biasanya. Bandaranya sudah lebih terang dan berkarpet, dan yang lebih keren lagi, nurserynya bagus :) Tapi yang namanya custom bandara... tetep aja lama, tapi kayaknya jadi lebih detail. Bagus juga tuh buat nangkep orang iseng, asal jangan dikorup yak! Eh iya, gara-gara naik Malaysian Airlines, naik turunnya pakai garbarata (alias belalai). Tiap kali naik Garuda, biarpun dari luar negeri, malah pake tangga dan bus. Piye toh?

Sampai di Jakarta, as usual, kopernya salah lagi beltnya! Dan dikasih taunya manual dong, sambil teriak-teriak. Soetta oh Soetta. 
Demikianlah perjalanan tamasya Abby ke Kuala Lumpur. Sampai ketemu di perjalanan berikutnya ya!

Share It